Abu Al-Faraj Ibn Al-Jauzi berkata: "Ada enam perkara obat bagi orang yang terkena musibah, yaitu:
a. Hendaklah seseorang itu menyadari, bahwa dunia ini adalah tempat ujian dan kesusahan, bukan tempat untuk bersenang-senang.
b. Hendaklah seseorang itu meyakini bahwa setiap musibah yang datang itu adalah ketentuan Allah.
c. Hendaklah orang yang terkena musibah itu melihat kepada musibah yang lebih besar yang pernah menimpa kepada orang lain selain dirinya.
d. Hendaklah ia membandingkan antara musibah yang menimpa dirinya dengan musibah yang dialami oleh orang lain, dengan demikian hatinya akan sedikit terhibur.
e. Hendaklah ia mengharap ganti dari Allah sekiranya yang pergi itu masih boleh mendapat gantinya.
f. Hendaklah orang yang terkena musibah itu mengharapkan pahala dengan senantiasa bersikap sabar karena yang demikian itulah yang terbaik bagi dirirnya".
Perkara-perkara lain yang dapat mengobati hati bagi orang yang terkena musibah di antaranya:
a. Hendaklah orang yang terkena musibah itu memahami akan kehendak Allah , barangkali yang demikian itu adalah yang paling baik unruk dirinya.
b. Hendaklah orang yang terkena musibah itu mengetahui, bahwa beratnya musibah yang menimpa diri seseorang itu, karena orang tersebut adalah hamba pilihan dari Allah.
c. Hendaklah orang yang terkena musibah itu menyadari bahwa dirinya adalah seorang hamba yang tidak ada daya dan upaya ketika berhadapan dengan kekuasaan-Nya.
d. Hendaklah orang ditimpa musibah itu menyadari, bahwa musibah yang ditimpakan kepada dirinya itu adalah atas kerelaan Allah, justru itu ia harus rela menerimanya.
e. Hendaklah orang yang ditimpa musibah itu mencela dirinya jika ada perasaan menyesal dihatinya, sebab musibah itu adalah merupakan keputusan dari Allah, justru itu perasaan menyesal haruslah dihilangkan.
f. Hendaklah orang yang ditimpa musibah itu memahami, bahwa musibah yang menimpa dirinya itu sifatnya sementara, bukanlah untuk selamanya.
Dikutip dari buku :"Rahmat dibalik dugan" buku karangan Dr.H.Kasmuri Selamat MA, terbitan Darul Nu'man Malaysia.